Kepala Bayi Lepas Saat Persalinan

ilustrasi

Dikutip dari KOMPAS.com – Niat hati ingin menyelamatkan nyawa bayi dan sang ibu yang pingsan saat akan melahirkan, Sudirman nekat menangani sendiri proses persalinan istrinya. Namun naas, kepala bayi yang sudah keluar terlepas dari badan, ketika Sudirman berusaha menarik anak ketiganya dari rahim Nurwahida. Kesaksian itu disampaikan Kepala Desa Mattunreng Tellue, Fitriadi Marzuki, kepada wartawan yang baru mengetahui kejadian pada Minggu (1/4/2012) kemarin. Menurut Fitri, Sudirman melakukan hal itu karena panik. Sebab, dua orang bidan yang biasa berada Desa Mattunreng Tillue, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai tidak berada di desa tersebut. “Karena panik melihat istrinya yang tidak sadarkan diri, sementara kepala sang bayi telah keluar, Sudirman nekat melakukan pekerjaan yang belum pernah dia jalani,” kata Fitri. Kejadian yang menimpa Sudirman itu, kata Fitri, terjadi pada Sabtu (24/3/2012) sekitar pukul 05.00 wita. Sudirman baru meminta pertolongan kepada tetangganya sekitar pukul 06.00 wita. Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung membawa Nurwahida ke RSUD Sinjai yang jaraknya sekitar delapan kilometer dari tempat tinggal korban. Di rumah sakit Nurwahidah langsung mendapatkan perawatan intensif. Setelah dua jam, tubuh bayi baru dapat dikeluarkan dari rahim sang ibu. Sudirman kemudian membawa tubuh bayi anak laki-laki itu ke rumah dan menyatukan dengan bagian kepala yang terlepas. Proses ini dilakukan dengan bantuan bidan dan disaksikan anggota polisi dari Polsek Sinjai Tengah. “Setelah kepala dan tubuh disambung yang disaksikan oleh polisi serta warga lainnya, anak ketiga Sudirman baru dimakamkan di belakang rumah nya sendiri,” ungkap Fitri. Semetara itu, pihak rumah sakit tidak mengizinkan wartawan untuk menemui Nurwahida dengan alasan korban masih trauma atas peristiwa yang menimpanya. Namun mereka membenarkan adanya kejadian tersebut, dan korban masih dalam perawatan. Sementara Polsek Sinjai Tengah hingga saat ini masih menyelidiki kasus yang baru pertamakali menimpa warga Desa Mattureng Tellue tersebut.

2 responses to this post.

  1. Posted by tommy chuang on April 2, 2012 at 9:52 am

    Kasihan

    Reply

  2. Posted by Zai on June 22, 2012 at 7:12 am

    Bagi para Bapak/Ibu atw sanak famili , kalu sedang dalam menemani atau pun menjenguk orang melahirkan kalau tidak berpengalaman dalam bidang tersebut , jangan dijadikan uci coba….
    masya allah ….
    kita tidak tahu dosa apa yang di berikan tuhan kepada kita atas perbuatan kita tersebut ….

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: